How to start writing thesis?

Your thesis is the most critical aspect of your research essay. It not only organizes the material you are presenting, it also focuses your research efforts. Your information presented to the readers must be true and verifiable, and it doesn't need to be totally new to your readers. It could simply be a pertinent fact that explicitly illustrates the point you wish to make.

If you use a piece of startling information, follow it with a sentence or two of elaboration. In the sense, we can provide you with the most significant details that are mostly connected to the desired topic for your thesis or even dissertation. It is important to restate the thesis and supporting ideas in an original and powerful way as this is the last chance the writer has to convince the reader of the validity of the information presented.

Essays are used to learn more about your reasons for applying to the course, university or company and your ability to benefit from and contribute to it. Your thoughts expressed will let you state your case more fully than other sections of your document, and provide the evaluator with better insight about you and how you differ from the other applicants. In marginal cases, the essays are used to decide whether an applicant will be selected.

The purpose of the admissions essay is to convey a sense of your unique character to the admissions committee. The essay also demonstrates your writing skills as well as your ability to organize your thoughts coherently. Corollary, we can provide the most significant issues that will further support the arguments that you are going to state.

Again, it's a marshalling of facts to support your argument. Make sure you have found out in any academics have made similar arguments and acknowledge them in your essay, this is very important in thesis writing because you might be charged of plagiarism, even if you did not draw directly from them. If they said things, which don't support your argument, say why these statements are either wrong or not applicable in the circumstances.

The introduction should start with a general discussion of your subject and lead to a very specific statement of your main point, or thesis. Sometimes an essay begins with a "grabber," such as a challenging claim, or surprising story to catch a reader's attention. The thesis should tell in one or at most two sentences, what your overall point or argument is, and briefly, what your main body paragraphs will be about.

Take care in selecting your thesis. but you don't want to be stuck either just repeating someone else's opinion, or citing all the same sources. Try to come up with an original thesis or take an aspect of someone's thesis and develop it.

Author: trapik
High School Information (Silabus-RPP)

Read More..

Bagaimana cara memetakan Pikiran

Otak manusia bekerja dengan pola tertentu. Ada semacam peta yang bekerja untuk membuat interkoneksi di seluruh tubuh kita. Interkoneksi tersebut saling memberi dan menerima. Dengan demikian, manusia dapat melakukan seluruh pekerjaannya dengan baik. Bila otak tak mampu melakukan itu semua, maka koordinasi dalam tubuh kita akan menjadi kacau. Akibatnya, kita tak mampu menyelesaikan seluruh kegiatan dengan baik.

Demikian pula bila kita ingin melakukan pekerjaan sehari-hari dengan baik, maka kita harus membuat sebuah sistem koordinasi dengan baik. Salah satu cara yang populer untuk membuat sistem koordinasi tersebut adalah dengan peta pikiran atau Mind Map. Dengan peta pikiran, kita dapat menyusun sebuah rencana kegiatan dengan sebaik-baiknya. Dengan peta pikiran ini, manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya secara baik.

Seorang guru harus tahu tentang peta pikiran ini. Gunanya adalah untuk merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan belajar mengajar dengan baik. Dengan peta pikiran pula, guru dapat menyiapkan diri secara maksimal ketika akan memberikan pelajaran. Dan yang terpenting, guru akan terbantu dalam menjelaskan sebuah materi pelajaran secara mudah, jelas, dan efektif.

Bagi yang belum terbiasa, membuat peta pikiran akan lebih sulit. Tapi, apabila dipelajari maka akan mudah dilakukan. Belajar membuat peta pikiran tak sesulit yang dibayangkan. Kalau melihatnya, terasa sulit, tetapi bila kita memperlajarinya akan sangat mudah. Hanya butuh waktu beberapa menit, kegiatan membuat peta pikiran pasti akan bisa. Apapun yang akan kita lakukan dalam proses belajar mengajar, peta pikiran akan membantu kita merencanakan dan mengkoordinasikannya secara baik.

Belajar fisika, matematika, sejarah, olah raga, kesenian, dan lain-lain, akan lebih mudah diberikan apabila seorang guru memiliki peta pikiran yang telah disusun secara baik. Konsep-konsep pelajaran yang demikian banyak akan lebih mudah untuk dijelaskan ketika guru menggunakan peta pikiran. Pelajaran sejarah yang demikian rinci, akan lebih ringkas dengan menggunakan peta pikiran, walaupun penjelasan yang bisa berikan sangat banyak.

Begitulah, peta pikiran akan memberikan kemudahan bagi guru dalam memberikan pelajaran kepada para siswanya. Siswapun akan lebih mudah dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Jadi, peta pikiran ini juga harus dipahami oleh para siswa. Guru juga harus mengajarkan siswanya bagaimana membuat peta pikiran. Siswa yang mampu membuat peta pikiran dengan baik dapat dipastikan akan lebih mudah memahami pelajaran dibandingkan dengan siswa yang tak mampu membuatnya lebih baik. Tugas gurulah untuk mengajarkan kepada para siswanya bagaimana membuat peta pikiran secara lebih baik.

Menurut Tony Buzan, untuk membuat peta pikiran (Mind Map) diperlukan tujuh langkah. Langkah-langkah tersebut adalah :

1. Mulai dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar. Mengapa? Karena memulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami.

2. Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral anda. Mengapa? Karena sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap fokus, membantu kita berkonsentrasi dan mengaktifkan otak kita.

3. Gunakan warna. Mengapa? Karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat Mind Map atau peta pikiran kita lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreativ, dan menyenangkan.

4. Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Mengapa? Karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. Bila kita menghubungkan cabang-cabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat. Penghubungan cabang-cabang utama akan menciptakan dan menetapkan struktur dasar atau arsitektur pikiran kita. Ini serupa dengan cara pohon mengaitkan cabang-cabangnya yang menyebar dari batang utama. Jika ada celah-celah kecil di antara batang sentral dengan cabang-cabang utamanya atau di antara cabang-cabang utama dengan cabang dan ranting yangg lebih kecil, alam tidak akan bekerja dengan baik! Tanpa hubungan dengan mind map anda, segala sesuatu (terutama ingatan dan pembelajaran) akan berantakan. Jadi buat hubungan!

5. Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. Mengapa? Karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon, jauh lebih menarik bagi mata.

6. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Mengapa? Karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibelitas kepada mind map. Setiap kata tunggal atau gambar adalah seperti pengganda, menghasilkan sederet asosiasi dan hubungannya sendiri. Bila kita menggunakan kata tunggal, setiap kata ini akan lebih bebas dan karenanya lebih bisa memicu ide dan pikiran baru. Kalimat atau ungkapan cenderung menghambat efek pemicu ini. Mind map yang memiliki lebih banyak kata kunci seperti tangan yang semua sendi jarinya bekerja. Mind map yang memiliki kalimat atau ungkapan adalah seperti tangan yang semua jarinya diikat oleh belat kaku.

7. Gunakan gambar. Mengapa? Karena seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata. Jadi bila kita hanya mempunyai 10 gambar di dalam mind map, mind map kita sudah setara dengan 10.000 kata catatan!

Read More..


Jl. Warung Jati Barat No.19
(Taman Margasatwa)
Ragunan, South Jakarta
Tel. (62-21)780-5636
Fax (62-21) 781-4827

Curriculum: International/British and New Zealand, Kindergarten (3 years old) to grade 13
Ms. Jude Soper, Principal
Enrollment: 135

Over 3,000 students are currently being educated in Academic Colleges Group (ACG) Schools, both in New Zealand and overseas. The vision that drives us is clear. We aim to create a unique and dynamic learning environment, providing students from all over the world with an internationally – recognized education of the highest quality, and equipping them to make a successful contribution to the global community. ACG International School is a place where young people are encouraged and challenged to meet both their academic and personal potential. Learning and enjoyment go hand in hand, and each students needs are carefully considered. We offer a safe, caring environment with a superior standard of service and excellent facilities.

Read More..

Latihan Soal Ujian Nasional (UNAS) Online

For all Indonesian Students and Teachers, there are some examinations to knowing your skill or your students ability about the lessons they have been learned. This test will very helpful to prepare our students "fighting" the final test with call is National Test (UNAS) for many level studies such as: Elementary School, Junior and Senior High School. The test contains for many lessons and many years of National Test database with multiple choice questions.

Let's see the score of your test now and good luck!

Don't forget to do the easy question first!

Elementary School (SD) :

Year of 2007
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris

Year of 2006
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris

Year of 2005
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2004
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2003
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PKN

Yunir High Shcool (SMP) :

Year of 2007
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2006
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2005
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2004
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2003
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,

Senior High School (SMA) :

Year of 2007
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, PKN, Sosiologi

Year of 2006
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, PKN, Sosiologi

Year of 2005
Matematika (pembahasan), Fisika (pembahasan), Kimia (pembahasan),
Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2004
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, PKN

Year of 2003
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, PKN

Read More..

Download Latihan Soal Ujian Nasional (UNAS) 2009

National Test (UNAS) will be held soon, to all Indonesian teachers and students especially 3'rd class students, do not worry about it, you can use this sample examination of National Test (UNAS) of year 2009 for prepare the test. Those files are in .pdf format, to download it, you should be install Adobe Reader or Acrobat Reader on your computer first.
Here the list :

Based on the agreement (BSNP, Depdiknas, and DEPAG) National Examination schedule was decided as follows:
  • Senior High School (SMA/MA/SMK) on April 20-24, 2009
  • Junior High School (SMP/MTs) on April 27-30, 2009
  • Elementary School (SD/MI) on May 11-13, 2009
  • SMK/SMALB on April 20-22, 2009
The list of National Test Preparation for Senior High School (SMA/MA) :
Antropologi (.pdf)
Bahasa Arab (.pdf)
Biologi_IPA (.pdf)
Ekonomi (.pdf)
Fisika_IPA (.pdf)
Geografi (.pdf)
Ilmu Hadits (.pdf)
Ilmu Kalam (.pdf)
IlmuTafsir (.pdf)
Bahasa Indonesia_Program Bahasa (.pdf)
Bahasa Indonesia_Program IPA-IPS (.pdf)
Bahasa Inggris_Program IPA-IPS-Bahasa (.pdf)
Bahasa Jepang (.pdf)
Bahasa Jerman (.pdf)
Kimia_IPA (.pdf)
Mandarin (.pdf)
Matematika_Bahasa (.pdf)
Matematika_IPA (.pdf)
Matematika_IPS (.pdf)
Bahasa Perancis (.pdf)
Sastra Indonesia (.pdf)
Sosiologi (.pdf)

The list of National Test Preparation for Junior High School (SMP/MTs) :
Bahasa Indonesia (.pdf)
IPA (.pdf)
Matematika (.pdf)
Bahasa Inggris (.pdf)

The list of National Test Preparation for Elementary School (SD/MI) :
Bahasa Indonesia (.pdf)
IPA (.pdf)
Matematika (.pdf)

The list of National Test Preparation for (SMK) :
Bahasa Indonesia (.pdf)
Bahasa Inggris (.pdf)
Matematika Akun Penjualan (.pdf)
Matematika Seni Wisata Rumah Tangga PeksosAdmin (.pdf)
Matematika TekKesTani (.pdf)

Source information:

Read More..

Heboh, Guru Telanjang di Depan Kelas

Guru Telanjang Di Depan Kelas, Seorang guru yang mencoba bertindak layaknya remaja trendy dengan membuka bajunya di depan siswanya, terancam kehilangan pekerjaan. Aksi guru yang tidak menutup tubuhnya dari pinggang ke atas tersebut, disaksikan oleh 30 anak muridnya yang sebagian besar berusia 14 tahun.

Martin Rouse (57), seorang guru di Sudbury Upper School, Suffolk, Inggris, menanggalkan bajunya di depan para siswa. Berdalih bertingkah untuk menyenangkan para murid, aksi konyol Rouse ini sempat direkam oleh seorang siswa dan diedarkan secara luas melalui Youtube.

Guru dengan berat badan lebih tersebut mengatakan tindakannya itu hanya untuk menghibur muridnya yang kelihatan bosan. Seperti diberitakan Daily Mail, Sabtu (5/12/2009)

Kepala sekolah setempat langsung memecat Rouse usai menonton video berdurasi 4 detik tersebut. Tidak hanya kehilangan pekerjaan di tempat dia mengajar, Rouse juga dikenakan pelarangan mengajar di 357 sekolah lain di Suffolk, oleh dewan kota setempat. Namun persatuan guru setempat menolak mencabut izin mengajarnya, dan memberinya teguran keras yang akan dicatat dalam laporan kerja Rouse selama dua tahun.

source :

Read More..

What are AudibleKids audio books?

Most parents and educators agree that children’s audio books help develop literacy skills and improve listening comprehension. And now, with AudibleKids children’s audio books, there’s a new way to make reading fun and help kids discover a love of books. With thousands of audio books for all ages and interests, AudibleKids makes it easy to download children’s audio books and listen to stories on your Apple® iPod®, MP3 player or computer.

Whether it's a classic fairy tale, mystery, or biography, AudibleKids has it all with the largest selection of digital children's audio books. So turn your iPod into a learning tool for your child today and start listening together - anytime or anywhere.

Read More..

6 Milyuner Paling Dermawan di Dunia !

1. Lakshimi Mittal

Asal Negara: India
Kewarganegaraan: Inggris
Usia: 56 tahun
Status Perkimpoian: Menikah, 2 anak
Perkiraan Kekayaan: 32 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Baja
Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.

2. Warren Buffet

Asal Neqara: Amerika
Kewarganegaraan: Amerika
Usia: 76 tahun
Status Perkimpoian: Duda, 3 anak
Perkiraan Kekayaan: 52 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Investasi
Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.

3. Prince Al Waleed Bin Talal Al Saud

(keponakan Raja Saudi Arabia)
Asal Neqara: Saudi Arabia
Kewarganeqaraari: Saudi Arabia
Usia: 49 tahun
Status Perkimpoian: Menikah, 2 anak
Perkiraan Kekayaan: 23,7 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Investasi
Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.

4. Bill Gates

Asal Negara: Amerika
Kewarganegaraan: Amerika
Usia: 52 tahun
Status Perkimpoian: Menikah, 3 anak
Perkiraan Kekayaan: 59,2 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Microsoft
Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.

5. Ingvar Kamprad

Asal Negara: Swiss
Kewarganegaraan: Swedia
Usia: 80 tahun
Status Perkimpoian: Menikah, 4 anak
Perkiraan Kekayaan: 33 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Ikea
Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 8/10 dari jumlah hartanya.

6. Carlos Slim Helu

Asal Negara: Meksiko
Kewarganegaraan: Meksiko
Usia: 67 tahun
Status Perkimpoian: Duda, 6 anak
Perkiraan Kekayaan: 67,8 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Telecom
Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk aural: 9/10 dari jumlah hartanya.

Read More..

Four Life Lessons from the Civil Rights Movement

Four Life Lessons from the Civil Rights Movement

“I have a dream . . . .” Most of us recognize the rhetoric behind the Civil Rights Movement. But behind these famous quotes were men and women of action. Honor the rich heritage of these African-American leaders by transforming their words and deeds into personal life lessons for both you and your child.

Thurgood Marshall: “What is the quality of your intent?”

The story: In 1930, Thurgood Marshall was denied entrance to the University of Maryland because of his race. Undeterred, Marshall graduated instead from Howard University’s law school, became the Chief Counsel for the National Association for the Advancement of Colored People (NAACP), and in 1954 argued the landmark Brown vs. Board of Education of Topeka case to the highest judicial body in the nation, later becoming the first African-American to sit on that Court.

The lesson: To help your children put Thurgood Marshall’s remarkable persistence into action, help them with their goal-setting. Have them determine something worth pursuing, first of all—and whether your daughter is trying to make the soccer team or your son is trying to get his Eagle Scout award, goal-setting is an important part of turning success into a routine. Break down long-term goals into smaller, more manageable steps, and most importantly, don’t be afraid of discussing potential setbacks or roadblocks and how to turn them into assets: after all, Marshall’s inability to gain admission to the University of Maryland sparked a lifetime of triumphantly championing Constitutional equality for all.

Little Rock Nine (Ernest Green): “We realized in 1957 that this was not an easy journey. It was one in which we thought we were simply exercising our right to the best education that was available in Little Rock, Arkansas.”

The story: The year was 1957 and three years after the groundbreaking Brown vs. Board of Education case, the Little Rock schools were beginning the process of desegregation. Contrary to a federal court mandate, Arkansas Governor Orval Faubus ordered the Arkansas National Guard to prevent Ernest Green, Elizabeth Eckford, Terrence Roberts, Jefferson Thomas, Minnijean Brown, Carlotta Walls LaNier, Gloria Ray Karlmark, Melba Beals and Themla Mothershed from entering the all-white Little Rock Central High. This prompted President Eisenhower to force integration; the 101st Airborne Division of the U.S. National Guard then escorted the Little Rock Nine to school on September 25, 1957, where they would brave physical, emotional and psychological abuse from many of their white classmates and community members for the next year as they stood together for equality.

The lesson: The Little Rock Nine exemplified courage in the face of overwhelming odds. Fortunately, everyday courage doesn’t have to mean physical or emotional endangerment under such duress. Encourage your child to do something outside the realm of his or her comfort zone daily. Even simple, low-risk activities like sitting by someone new on the playground or volunteering an answer in class can be very empowering for children. Little, daily victories can help children to build up their self-esteem for those character-testing decisions down the road that might require real moral courage.

Read More..

Inilah Mesin Wudhu Dari Malaysia !

Dalam enam bulan ke depan, sebuah sebuah mesin wudu model baru bakal dipasarkan dengan harga 3.000-4.000 dollar per unit. Mesin wudu ini sebenarnya sudah diperkenalkan oleh penemunya, Anthony Gomez sejak tahun 2006 lalu dan model baru mesin wudu itu diluncurkan awal bulan Februari ini.

Mesin wudu model baru itu dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menghemat air yang digunakan untuk wudu. Dengan mesin model baru ini, air yang digunakan untuk wudu hanya sekitar 1,3 liter, jauh lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan keran air biasa. “Motivasi orang untuk menggunakan sistem mesin ini adalah menghemat air,” kata Gomez yang juga pimpinan AACE Tecnologies, perusahaan Malaysia yang memproduksi mesin wudu ini.

Dalam acara peluncuran perangkat itu di Kuala Lumpur, Gomez mengatakan, butuh waktu dua tahun untuk mengembangkan sistem komputerisasi mesin wudu itu dengan biaya sebesar 2,5 juta dollar. Menurutnya, mesin wudu ini sangat bermanfaat bagi negara-negara Muslim yang langka sumber airnya, misalnya negara Arab Saudi. Apalagi negara itu selalu padati jamaah haji setiap tahunnya.

“Selama ibadah haji, dua juta jamaah menghabiskan lebih dari 50 juta liter air per hari hanya untuk wudu. Jika mesin ini digunakan, air yang digunakan bisa dihemat hingga 40 juta liter setiap harinya,” kata Gomez.

Target pasar dari mesin wudu ini adalah masjid-masjid dan perkantoran. Sejumlah negara seperti Dubai, ungkap Gomez, sudah memesan mesin wudu itu untuk dipasang di bandara.

Di Malaysia sendiri, mesin wudu ini mungkin tidak terlalu dibutuhkan karena Malaysia termasuk negara yang sumber air bersihnya melimpah. “Ide mesin wudu ini bagus dan dibuat sesuai ajaran Islam yang mengajarkan agar hemat menggunakan air saat wudu. Tapi di Malaysia, air melimpah ruah sehingga Malaysia tidak membutuhkan mesin semacam ini,” komentar Aminudin, warga Malaysia.

Ide Mesin Wudu

Gomez terinspirasi untuk memproduksi mesin khusus untuk wudu ketika ia melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal feri dari Mesir ke Yordania. Ia dan timnya ketinggalan kapal feri cepat dan terpaksa naik kapal feri biasa yang lebih lambat. Di kapal feri itu, Gomez merasa prihatin melihat toilet yang kotor dan selalu ramai oleh penumpang yang mengambil wudu. Saat itu, feri yang dinaiki Gomez memang sedang padat penumpang yang akan pergi umrah.

“Banyak dari mereka yang berwudu, mencuci kaki mereka tapi kemudian berjalan di lantai toilet yang kotor dan sama sekali tidak higienis. Meski saya bukan Muslim, saya merasa prihatin melihatnya,” ujar Gomez pada tahun 2006 saat pertama kali mengenalkan alat temuannya.

Gomez mengatakan, ia melakukan konsultasi dengan Dewan Islam Australia sebelum menciptakan mesin wudu itu. Dewan mengeluarkan fatwa yang isinya menyetujui mesin wudu digunakan. Dan di model mesin wudunya yang baru, Gomez melengkapinya dengan murotal Al-Quran. (ln/asiaone)

Read More..

Teleskop Hubble “Tangkap” Naga di Luar Angkasa

Teleskop luar angkasa Hubble merekam citra sebuah bayangan berbentuk mirip seperti naga. Selain itu, teleskop yang baru diperbaiki tersebut juga menemukan sejumlah keajaiban luar angkasa lainnya.

Pekan lalu, tepatnya pada Rabu (9/9/2009) lalu para ilmuwan merilis gambar-gambar terbaru yang direkam oleh teleskop Hubble.

Salah satu yang paling menarik dan membuat para ilmuwan takjub adalah gambar sebuah galaksi yang yang menyerupai bentuk naga dalam sebuah bayangan kosmis.

Sebenarnya, gambar tersebut merupakan citra dari sebuah galaksi spiral biasa, namun cahaya sinar membuatnya membentuk lekukan dan berbelok-belok menyerupai naga.

“Gambar Hubble terbaru menunjukkan keadaan galaksi yang lebih rinci dari sebelumnya,” kata david Leckorne dari Goddard Space Flight Center NASA di Maryland seperti dikutip dari New Scientist, Senin (14/9/2009).

Gambar ini diabadikan menggunakan kamera canggih milik Hubble yang baru saja diperbaiki pada Mei silam. Selain gambar ‘naga’ tersebut, NASA juga merilis gambar kelompok bintang beraneka warna, sebentuk bintang nebula, dan sekelompok galaksi yang saling berinteraksi.

Astronot Scott Altman yang terlibat dalam misi perbaikan Hubble Mei lalu menyatakan kekagumannya atas gambar-gambar yang dihasilkan Hubble.

“Gambar-gambar ini sungguh mengesankan saya dan seluruh anggota tim misi perbaikan Hubbe,” kata Altman.

sumber : Okezone

Read More..

Barack Obama on Education

Americans voted in Barack Hussein Obama as president of the United States in an election weighted down with the harsh realities of a down-turning economy and two costly wars. Now that the dust is beginning to settle, many Americans are wondering what the new president will do to improve their children's education.

Throughout his campaign, Barack Obama has said he plans to take a fresh, objective look at the age-old debate over education issues. “A truly historic commitment to education – a real commitment will require new resources and new reforms,” Obama says. “It will require a willingness to break free from the same debates that Washington has been engaged in for decades – Democrat versus Republican; vouchers versus the status quo; more money versus more accountability. And most of all, it will take a President who is honest about the challenges we face – who doesn’t just tell everyone what they want to hear, but what they need to hear.” Where does Obama stand specifically on the most pressing education issues? Here’s our cheat sheet on education according to Obama:

Standardized Testing

Standardized testing is stuck in the crossfire in the debate over accountability, and Obama has stepped up to take aim. He says that too often standardized tests fail to provide valuable or timely feedback. Meanwhile, “creativity has been drained from classrooms, as too many teachers are forced to teach to fill-in-the-bubble tests,” Obama says. He doesn’t go so far as to say he’ll drop testing completely; it should be one of the “tools that we use to make sure our children are learning. It just can’t dominate the curriculum to an extent where we are pushing aside those things that will actually allow children to improve and accurately assess the quality of the teaching that is taking place in the classroom.” How does he plan to revamp testing? “I will provide funds for states to implement a broader range of assessments that can evaluate higher-order skills, including students’ abilities to use technology, conduct research, engage in scientific investigation, solve problems, present and defend their ideas,” says Obama.

School Choice

Obama says his focus is on providing good schools for all kids, and that's why he does not support vouchers that allow parents to use public school money for private school. “We need to invest in our public schools and strengthen them, not drain their fiscal support,” he says. “In the end, vouchers would reduce the options available to children in need. I fear these children would truly be left behind in a private market system.” Obama is more open to charter schools working within the public school system, calling them “important innovators” which improve healthy competition among public schools. However, Obama says there need to be strong accountability measures in place.

No Child Left Behind

Obama's catch phrase for this topic is, “No Child Left Behind left the money behind,” meaning that unfulfilled funding promises have limited the program's effectiveness in improving public education. He says while the goals of No Child Left Behind are right, the way they’ve been implemented is wrong: there needs to be better assessment and a greater effort to ensure that every child has a successful teacher. “Particularly at a time when our nation is facing a shortage in teachers due to retirement and retention problems, it is important to ensure that we can attract, support, and retain high-quality teachers,” he says. How does Obama propose we do this? By experimenting with alternative preparation, mentoring and professional development programs, in addition to providing fresh incentives for serving high-need schools. Specifically, he plans to provide funding for 200 new Teacher Residency Programs, an idea he introduced in the Senate last year. In these programs, individuals completing coursework for teacher certification could serve as apprentices in the classrooms of veteran teachers, as long as they pledged at least three years of service in the sponsoring district.

Read More..

Kumpulan Soal Matematika Persiapan UAN

UAN sudah menghadang di depan mata, jangan khawatir, tentunya dengan banyak latihan, kesiapan menghadapi UAN semakin mantab, untuk siswa SMA, berikut adalah latihan Soal UAN untuk mata pelajaran matematika.

File Pendukung :

Read More..

Pendidikan di Jepang Semakin Diminati

Jepang sebagai negara tujuan belajar semakin populer dan diminati masyarakat.

Selain program pendidikan tinggi di bidang teknik yang terbilang maju di Asia, kedekatan masyarakat Indonesia dengan kultur populer Jepang ikut memengaruhi.

Pameran Pendidikan Jepang yang diselenggarakan oleh PT Pandan International, Sabtu (29/8) di Hotel Nikko Jakarta, dipadati ratusan remaja yang silih berganti berdatangan. Dalam pameran tersebut, hadir 15 sekolah Bahasa Jepang yang datang langsung dari Negeri Sakura tersebut.

Komisaris PT Pandan International Richard Susilo yang menjadi penyelenggara pameran tersebut mengatakan, tercatat sekitar 1.500 orang hadir di pameran itu. Jepang menjadi daya tarik tidak hanya karena program studinya, tetapi juga budayanya. Orangtua belakangan mulai memilih Jepang sebagai tujuan belajar anaknya ketimbang Amerika atau Australia yang sudah menjadi negara tujuan belajar sejak lama.

”Mereka khawatir anak mereka terpapar pergaulan bebas atau narkoba. Kalau di Jepang, kultur masih Timur dan anak akan disibukkan dengan belajar Bahasa Jepang dan materi kuliah sehingga tidak sempat berulah macam-macam,” ujarnya.

Chief Department of Japanese dari College of Business and Communication Takashi Ishijima yang menjadi salah satu peserta pameran mengatakan, Indonesia merupakan pasar potensial.

”Apalagi, remaja Indonesia relatif dekat dan menyukai kultur populer Jepang,” ujarnya.

Read More..

Lima Mata Pelajaran Diujikan Dalam UN SMK

Lima mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)...

yaitu Matematika Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan serta Praktik Kejuruan. Ujian ini dilaksanakan dengan dua tahapan, yang pertama, tahap ujian Praktik kejuruan yang dilakukan di masing-masing sekolah dipandu oleh mitra industri. Ujian praktik kejuruan dilaksanakan sebelum UN Utama. Tahap kedua adalah UN Utama meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.

"Praktik Kejuruan termasuk mata uji bukan embeded tetapi termasuk pembagi rata-rata sehingga ada nilai praktik, nilai teori, nilai bahasa Indonesia, nilai bahasa Inggris dan nilai matematika", kata Joko Sutrisno, selaku Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan Nasional dalam memberikan keterangan Pers di lantai 13 gedung E, Kementerian Pendidikan Nasional, pada Selasa, (26/01).

Pada penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2009/2010 mata pelajaran kompetensi keahlian teori kejuruan dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran yang diujikan di UN Utama pada jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK). Pada pelaksanaan UN sebelumnya, mata uji teori kejuruan merupakan prasyarat untuk melakukan ujian praktik.

"Rencananya pada saat itu akan dijadikan sebagai salah satu mata uji, tetapi belum memungkinkan waktunya. Sekarang sudah kita siapkan jauh-jauh hari. Itu (teori kejuruan) memang bagian dari mata uji," kata Joko Sutrisno.

Joko Sutrisno juga menjelaskan bahwa untuk soal Praktik Kejuruan dirancang sedemikian rupa sehingga berlaku secara menyeluruh, dan yang pasti tidak mengujikan sesuatu yang tidak diajarkan, sesuai dengan standar isi yang sudah disahkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)

"jadi tidak perlu ada kekawatiran apa yang akan diujikan, sehingga pada prinsipnya materi ini secara kurikulum diajarkan dan juga memperhatikan range kemampuan kompetensi siswa, jadi bukan soal yang sulit sekali dan juga bukan soal yang sederhana tetapi yang proporsional sesuai dengan tingkatan peserta uji", tambah Joko Sutrisno.

Joko Sutrisno menyampaikan, ujian praktik kejuruan, yang dilaksanakan sebelum ujian teori, rencananya akan dilaksanakan pada 15 Februari 2010. "Ujian praktik dilakukan secara individu, tidak ada lagi ujian grup, kalau dulu ada ujian proyek kelompok sekarang tidak lagi, supaya kita memang bisa memastikan bahwa anak ini bisa bekerja," katanya.

Joko menyebutkan, untuk pembelian bahan ujian praktik akan didukung dari anggaran Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) sebanyak Rp 180.000,00 per siswa setelah ada tambahan pagu dari anggaran sebelumnya Rp 120.000,00. Dana ini disalurkan melalui mekanisme dekonsentrasi ke pemerintah daerah. Dia menambahkan, alokasi dana BOMM ini ditujukan untuk 3,2 juta siswa SMK dari total 3,6 juta siswa SMK. "Jadi nanti kita bagi secara proporsional, " katanya.

Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK nilai ujian praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.

Jadwal UN SMK Tahun Pelajaran 2009/2010 mata pelajaran Bahasa Indonesia, UN Utama, Senin, 22 Maret 2010, UN Susulan, Senin, 29 Maret 2010; Bahasa Inggris, UN Utama, Selasa 23 Maret 2010, UN Susulan, Selasa, 30 Maret 2010.; Matematika, UN Utama, Rabu 24 Maret 2010, UN Susulan 31 Maret 2010; dan Teori Kejuruan, UN Utama, Kamis, 25 Maret 2010, UN Susulan, Kamis, 1 April 2010.

Jadwal UN Ulangan SMK mata pelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan pada Senin, 10 Mei 2010; mata pelajaran Bahasa Inggris, Selasa, 11 Mei 2010; mata pelajaran Matematika, Rabu, 12 Mei 2010; dan mata pelajaran Teori Kejuruan pada Jumat, 14 Mei 2010. (AND) -Sidiknas-

Read More..

Positive Psychology: What it is & How it Can Improve Your Life

In the early days, psychology was mainly about research. They wanted to understand how reflexes worked (touch a hot stove… Ouch! Move your hand away), perception worked (I see an old lady… now I see a princess...) and how behavior worked (dog sees food… it salivates).
When psychology started it had 3 aims: treat and cure mental illness, support ‘creative genius’ or prodigies which back then may have been mistaken for mental illness, and help every day people live better lives.
Mental illness became a popular topic after WWI and WWII. Psychologists who used to play in labs and give lectures all day had new career opportunities. They could treat people who were coming home from war plagued by mental illness.
And poof…
A lot of funding and money poured into studying how to fix what was wrong with people.
Well in 2008, we now know A LOT about what is wrong with people. We have treatments for most mental illnesses and even some cures. We also know a lot about creative genius, but as a whole psychology did not know a lot about your every day Joe. So in 1998 Dr. Martin Seligman created a new field in psychology… positive psychology.
Seligman spent most of his life studying depression and proved that depression is learned. Then he asked, what about optimism?
For a long time, psychologists thought that if you took a person who was depressed and took their depression away, you’d have a happy person. But that’s not true.
Just because you don’t have a cold, doesn’t mean you are optimally healthy. Just because you aren’t depressed doesn’t mean you feel vibrant, joyful and love your life.
The field of positive psychology, sometimes referred to as the science of happiness, uses the same scientific rigor that has been applied to studying what’s wrong with people and how to fix them, to understanding the breadth of human potential. Positive psychologists conduct research on things like optimism, resilience, grit, hope, joy, awe, strengths, happiness, flow, prayer, and humor.
Anyone can apply the research that has come out of positive psychology into their lives and careers. Practitioners such as psychologists, therapists and life coaches, use positive psychology to find what is already working with clients and help them build their strengths, find engagement and meaning in their life. They help them feel happier and more fulfilled.
Positive psychology is different than “happiology”. We are not advocating people be happy, happy, happy all the time. It’s extremely important to feel angry, frustrated and sad when it is appropriate. Positive psychology is about what Dr. Tal Ben-Shahar calls, “the permission to be human.” That is, feeling all the emotions that human beings feel as opposed to trying to tell ourselves we should be happy all the time. It's about allowing yourself to feel all emotions as they come up without getting stuck.
For a long time, psychology did not give people the permission to be human. The field was heavily skewed on the side of mental illness, positive psychology is about evening out the scale. Bringing as much focus to the positive side of life as we have to the negative.
The research coming out of positive psychology is fascinating. Never before have scientists ran double-blind placebo studies on things like happiness, gratitude and optimism.
Now, you might be thinking, why bother conducting a research study to find out that doing good things for others can help you feel better? I completely agree with you. Inherently we know those things are good and we should do that. But, how many miserable or slightly unhappy people do you come across in your life? How many people do you know that go out of their way to do something nice for someone else? Even better, go out of their way for a complete stranger?
Research shows that you can dramatically and instantaneously improve your happiness level just by doing something nice for someone else. These people are happier, have better relationships, are more liked by others and feel better about themselves.
Yes, we know that doing these things can benefit our lives. But we forget. Or we don’t realize the impact it can have on us.
Sound scientific research is powerful stuff. A study showed that sales people who learn skills on becoming more resilient and optimistic were three times more successful than their depressed counterparts. If you’re a company owner, that’s a big deal.
Research shows that engaging in work that enables you to use your strengths and what you are naturally good at not only enables you to be happier but also more effective. Makes sense right? But how many people do you know that actually get to do what they are good at and love to do every day?
Positive psychology is unique from self-help and pop psychology. Its founder Martin Seligman is very clear that positive psychology should be descriptive, rather than prescriptive. Meaning, rather than doing research about what increases happiness and then telling people what to do with their lives, positive psychology should describe the research on these topics. According to Seligman, people conduct sound studies on topics such as resilience, gratitude and prayer, figure out how these things affect people and the mechanisms by which they work.
Then they educate people on what the research shows. For example, studies show that expressing increases your experience of positive emotions and reduces symptoms of depression. Grateful people are more optimistic about future events, feel more connected with others and even report better quality sleep. As scientists conduct these studies they aim to understand the mechanisms involved in gratitude: how does it work? Why does it work?
Positive psychologist say, “show people the research, help them make informed decisions about what would work best in their life.” This is powerful and profoundly different from prescribing or telling people how to live their lives.
As a positive psychology based life coach, I combine both a descriptive and a prescriptive approach. I describe positive psychology based approaches for creating the positive change clients want to see, and I make suggestions based on what has worked for me and others.
As a field, positive psychology has taken off. Just Google “happiness” + “study”
and look at how much happiness has been in the media recently. Try words like resilience, joy, humor, strengths, grit, life satisfaction and you’ll see that positive psychology is rapidly expanding. The formal definition of positive psychology, a la Wikipedia, is “the scientific study of the strengths and virtues that enable individuals and communities to thrive.” Every month there are more and more fascinating studies coming out in the field. We have barely scratched the surface of what we understand to be these strengths and virtues, nevertheless, positive psychology is transforming people’s lives worldwide.


Read More..