Presiden SBY Terlambat Hadiri KTT ASEAN


Karena harus memimpin Sidang Kabinet pertama Kabinet Indonesia Bersatu ke-II, Jumat (23/10) pagi hingga siang di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diakui agak terlambat mengikuti KTT ke-15 ASEAN yang telah dimulai sejak Jumat ini di Hua Hin, Thailand. Oleh sebab itu, Presiden Yudhoyono tidak mengikuti beberapa persidangan.

Kehadiran Presiden Yudhoyono di KTT ASEAN ini merupakan kunjungan kerja pertama beliau pada empat hari setelah dilantik sebagai Presiden RI periode 2009-2014.

Menurut Juru Bicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal, dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Jumat sore, selain menghadiri rangkaian persidangan di KTT ASEAN, Presiden Yudhoyono dijadwalkan menghadiri KTT ASEAN + 3 ke-12 yang melibatkan Jepang, India, dan Korsel; KTT ASEAN dengan India ke-7; dan East Asia Summit ke-4.

"Isu-isu yang dibahas kali ini di KTT ASEAN adalah proposal Singapura mengenai hubungan melalui pembangunan infrastruktur di antara negara-negara ASEAN, keamanan pangan dan energi, ekonomi global dan krisis keuangan, perubahan iklim dan manajemen bencana," ujar Dino.

Dino mengatakan bahwa isu-isu ini semakin penting dan menjadi relevan dengan ASEAN mengingat beberapa masalah yang semakin mengemuka beberapa tahun terakhir di kawasan tersebut.

Dino juga mengatakan, KTT ASEAN akan mengadopsi beberapa dokumen penting, antara lain Cha-am Hua Hin Declaration on the Inauguration of the ASEAN, In Cha-am Hua Hin Declaration on Strengthening Cooperation on Education to Achieve an ASEAN Caring and Sharing Community.

"Di sela-sela KTT ASEAN, dijadwalkan juga penandatanganan Agreement on Privilege and Immunities of ASEAN oleh para menteri luar negeri yang akan disaksikan para kepala negara ASEAN," lanjut Dino.

Pertumbuhan sekawasan

Dalam KTT ASEAN + 3, para kepala negara ASEAN akan mengeluarkan dokumen, Cha-am Hua Hin Statement on ASEAN +3 Cooperation on Food Security and Bio Energy Development.

Dino mengungkapkan, Presiden Yudhoyono juga dijadwalkan mengikuti KTT Brunei-Indonesia-Malaysia-Filipina (BIMP)-East Asian Growth Area (EAGA) ke-6. BIMP-EAGA adalah kerja sama regional negara-negara sekawasan, yaitu Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina, yang mengkhususkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di negara-negara kawasan tersebut.

Lebih jauh, Dino mengatakan bahwa di luar agenda KTT ASEAN, Presiden Yudhoyono direncanakan melakukan pertemuan bilateral dengan PM Jepang Yukio Hatoyama dan PM India Manmohan Singh.


0 Comments: