Menyenangkan dan Sarat Prestasi

Matematika di Tangan Wijil Priyono AMa

Bagi sekolah yang masih kerap kesulitan merancang metode paling efektif dalam mengajarkan Matematika, kiranya perlu ‘berguru’ pada SDN Kalirejo 02 di Lawang. Tahun lalu, sekolah ini meraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi di Kabupaten Malang untuk mata pelajaran Matematika. Betapa tidak, seluruh siswanya meraih nilai di atas delapan bahkan empat siswanya memperoleh nilai absolut, sepuluh.
Tidak cukup sampai disitu, pada 1995/1996 siswa sekolah ini pernah meraih medali emas dan Piala Gubernur, sekaligus mewakili provinsi Jawa Timur pada Olimpiade MIPA Nasional di Semarang. Nah sosok dibalik berbagai prestasi pada bidang yang bagi sebagian besar siswa dianggap momok ini adalah Wijil Priyono Ama, guru Matematika SDN Kalirejo 02 yang juga Guru Teladan se Kecamatan Lawang.
Kuncinya, menurut Wijil, ada pada penanaman karakter dan kedisiplinan. Bila sejak dini, saat anak-anak usia SD ini ditanamkan kedisiplinan maka hingga jenjang pendidikan di atasnya mereka tidak menemui masalah, termasuk dalam memahami setiap mata pelajaran. “Kunci umumnya menurut saya kedisiplinan, artinya bila sejak SD pandai Matematika maka berikutnya tidak masalah,” jelas Wijil.
Sedang dalam penyampaian mata pelajaran, Wijil tetap mengedepankan metode yang nyaman dan menyenangkan. Bentuknya bisa berupa permainan atau game yang membuat siswa tetap senang untuk terus belajar. Tidak jarang perlu selipan humor dan guyonan yang bisa menghidupkan suasana kelas dan mengurangi ketegangan. Metode inilah yang lambat laut bisa menjadikan Matematika bukan sebagai momok yang harus ditakuti.
Tidak ketinggalan dari sisi performance (penampilan), guru Matematika hendaknya tidak menunjukkan sosok yang menakutkan. Meski Wijil sendiri sadar bila tampilan fisiknya cenderung nampak keras namun dengan pendekatan tertentu dan mengedepankan kepribadian, siswa menjadi tidak takut dan bisa lebih dekat. “Pokok segala sisi itu harus tampil lebih menyenangkan bagi anak,” tegas Wijil.
Disinggung soal trik khusus untuk memaksimalkan pembelajaran Matematika, pengurus PGRI Cabang Lawang ini mengungkap perlunya pemisahan siswa sesuai kemampuan. Dalam mengajar perlu dikelompokkan siswa yang cukup kemampuannya dengan siswa yang kurang. Dengan demikian guru bisa menentukan metode dan standar pembelajaran yang tepat agar memperoleh hasil yang maksimal.
“Kalau dicampur salah satu akan ada yang dirugikan. Misalnya guru memakai standar mengajar bagi siswa yang berkemampuan cukup, ini tentu menghambat bagi siswa yang kebetulan kurang memahami, begitu sebaliknya, ada yang tetap terhambat,” tegas Wijil.
Menilik pada karir mengajar Wijil, diawali saat dirinya menjadi guru sukwan pada 1982. Ternyata tidak butuh waktu lama, setahun berikutnya (Maret 1983), Wijil sudah diangkat sebagai PNS pada SDN Sidoluhur 01 Lawang sebagai guru kelas 6. Kepindahannya pada SDN Kalirejo 02 terhitung sejak 1988 hingga sekarang. Lebih jauh lagi menilik pada perjalanan kependidikan Wijil, ternyata tidak lepas dari perjuangan keras.
Kondisi ekonomi yang kurang memungkinkan menuntut Wijil membuka usaha bimbingan belajar (ngeles) untuk tambahan biaya sekolah di SPG. Bahkan saat lulus dan mendapat beasiswa melanjutkan ke IKIP Surabaya, Wijil memilih untuk berhenti akibat faktor ekonomi. Darah mengajar privatnya terus mengalir pada siswa SD di sekitar wilayah Lawang, Purwodadi, dan Pasuruan.
Uniknya tidak sedikit dari murid les ini dari kalangan keturunan dan berbeda agama. Dari sinilah amat mungkin Wijil memahami pentingnya menanamkan karakter. Bertahun-tahun menekuni pekerjaan ngeles, Wijil banyak cenderung lebih berinovasi dari waktu ke waktu. Apalagi ilmu terus berkembang sehingga teknik-teknik pembelajaranpun secara otomatis mengalami peningkatan semakin sempurna.
Selain sibuk mengajar, Wijil juga menempuh kuliah di Universitas Kanjuruhan Malang. Targetnya tahun bisa diraih gelar kesarjanaan S1 jurusan PPKN serta aktif membimbingan/ngeles mata pelajaran yang diUNkan (IPA dan Matematika) secara kolektif dengan mendatangi siswa di wilayah Lawang dan sekitarnya hingga kebingungan untuk membagi waktu.
Selain itu Wijil juga aktif mewakili provinsi Jawa Timur dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan tahap dasar pengembang Matematika. Juga diklat tahap menengah dan pernah menempati rangking dua tingkat nasional. Wijil juga pernah mendapat dana blokgrand Rp 10 juta guna pelaksanaan pengembangan Matematika di tingkat guslah (gugus sekolah) kecamatan lawang. sup-KP

Biodata

Nama
Wijil Priyono AMa
Lahir
Malang 27 Maret 1962
Alamat
Perum Lawang Indah L 20 Bedali Lawang
Karir
Guru SDN Kalirejo 02 Lawang
Guru Sekolah Satu Atap Lawang
Organisasi
Pengurus PGRI Cabang Lawang Seksi Hukum
Ketua KKG Kelas Lima Kecamatan Lawang
Prestasi
Guru Teladan Kecamatan Lawang

0 Comments: