Perangkat Mengajar (Silabus-RPP)

UKG Tak Efektif Sebagai Alat Ukur Guru

Ujian Kompetensi Guru (UKG) yang baru dilaksanakan dan hasilnya tidak sesuai harapan dinilai tidak efektif sebagai alat ukur kualitas guru serta Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK).
Menurut praktisi pendidikan Kota Malang Nurcholis Sunuyeko, Minggu, UKG tidak tepat dan kurang efektif jika dijadikan alat utnuk mengukur kualitas guru maupun LPTK, sebab belum tentu bisa dan mampu memotret dengan benar.
"Apa yang dilakukan oleh guru di kelas akan berbeda dengan materi yang diujikan dalam UKG, sehingga kalau ada guru yang hasil UKG-nya kurang bagus bukan berarti guru bersangkutan tidak berkualitas atau tidak berkompeten," tegas Rektor IKIP Budi Utomo tersebut, Minggu (19/8/2012).
Bisa jadi, lanjutnya, materi yang diujikan itu menyimpang dari praktik di lapangan atau keseharian guru di sekolah. Apalagi, UKG yang digelar di Tanah Air belum lama ini hasilnya juga kurang memuaskan, bahkan jeblok secara nasional.
Oleh karena itu, tegasnya, akan lebih baik kalau kualitas guru itu dikembalikan seperti semula, yakni dipantau dan dinilai oleh kepala sekolah masing-masing serta pengawas sekolah.
"Keberadaan kepala sekolah dan pengawas inilah yang difungsikan secara maksimal untuk menilai dan mengawasi guru.

Read More..

Towards Global Education


At this website we will attempt to provide information about schools and institutions that are offering international curriculums. For students who know exactly what country and institution they wish to study in, the choice of a specific school or study program to meet their needs may not be too difficult. However, remember that the best preparation you can undertake is the one that provides you with the greatest range of future study options. This includes options for advancing your education within your own country.

There are now several Foundation Studies programs being offered in Indonesia and they are very helpful. Foundation Studies provides much more than just the English language skills you will need, but also prepares you in many other ways for study in a foreign country. As a teacher of ESL and having worked overseas with overseas university preparation programs I would say that even students in Western and European countries would benefit greatly from completing a foundation program before entering university.

Read More..

United States Launches $83.7 Million Program to Support Education in Indonesia

U.S. Ambassador Scot Marciel, Minister of Education and Culture Mohammad Nuh, Secretary to the Coordinating Minister for People’s Welfare D. Indroyono Soesilo, Director General of Islamic Education from the Ministry of Religious Affairs H. Nur Syam, and U.S. Agency for International Development (USAID) Mission Director Andrew Sisson today launched USAID’s $83.7 million education program that will benefit more than 300,000 Indonesian students. Education is a key component of the U.S.-Indonesia Comprehensive Partnership, inaugurated by Presidents Barack Obama and Susilo Bambang Yudhoyono in 2010 to increase cooperation and deepen ties between the two nations.


“Close cooperation in education is a fundamental element of the Comprehensive Partnership,” said U.S. Ambassador Marciel. “The new USAID basic education program will help primary schools, junior secondary schools, and madrasahs provide a world-class education to Indonesia’s youth. We hope this program will help students across the country reach their full-potential and place them on a path to success.”
The USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (PRIORITAS) program will improve the quality of teaching and learning in 1,400 primary school, junior secondary school, and madrasahs in 110 districts, focusing on low-income areas through teacher and management training.

Read More..

Segera Revisi Konsep RSBI

Konsep rintisan sekolah bertaraf internasional harus segera direvisi. Langkah ini harus dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi, ternyata dari 1.305 RSBI, tak satu pun yang layak dikembangkan menjadi sekolah bertaraf internasional.

”Keinginannya bagus, untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Namun, konsep RSBI mungkin keliru karena ternyata lebih banyak sisi negatifnya,” kata Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur Zainuddin Maliki di Surabaya, Kamis (5/1).

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto menyatakan, 1.305 sekolah berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) belum layak jadi sekolah bertaraf internasional (SBI), antara lain, karena kualitas pengajarnya belum memenuhi syarat.

Penyelenggaraan RSBI didasarkan pada Pasal 50 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam undang-undang itu dinyatakan, ”Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional”.

Sebagai tindak lanjut dari undang-undang itu, pemerintah kemudian menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional. Aturan ini menjadi dasar hukum penyelenggara RSBI.

Kewenangan sekolah RSBI untuk memungut biaya dari orangtua siswa juga menjadi pendorong sekolah-sekolah negeri untuk berubah status menjadi RSBI. Padahal, pemerintah sudah mengucurkan dana ratusan juta rupiah per tahun untuk RSBI.

Sekadar bahasa Inggris

Menurut Zainuddin, RSBI juga dipahami penyelenggara pendidikan dengan menyampaikan materi pelajaran berbahasa Inggris untuk mata pelajaran tertentu. Karena guru kurang fasih berbahasa Inggris, akhirnya sekolah merekrut tenaga yang bisa berbahasa Inggris baik walaupun bukan guru. ”Akibatnya, materi pelajaran tidak bisa diterima dengan baik oleh siswa,” kata Zainuddin.

Di tempat terpisah, anggota Komisi E DPRD Jatim, Kuswiyanto, mengatakan, selama ini RSBI di Jatim menjadi semacam gengsi daerah. ”Dampak sosialnya tak pernah dipertimbangkan,” kata Kuswiyanto.

Memang, 20 persen kursi RSBI dialokasikan untuk siswa miskin. Namun, sejumlah RSBI kenyataannya kesulitan mencari siswa miskin. Di sisi lain, harus dipertimbangkan sisi sosial siswa miskin di tengah mayoritas siswa kaya.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan, RSBI menimbulkan ketidakadilan di masyarakat karena bantuan pemerintah yang cukup besar diberikan untuk sekolah-sekolah RSBI. Padahal, sekolah itu pun diperbolehkan memungut dana dari masyarakat. Karena itu, PGRI akan mengusulkan amandemen Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, terutama yang menyangkut RSBI...........

Sumber: Kompas.Com

Read More..

Benahi Dulu Mekanisme UN SMA!

Kalangan universitas memberikan respons atas rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadikan nilai ujian nasional (UN) sebagai salah satu syarat masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Yogi Sugito meminta agar mekanisme UN SMA dibenahi terlebih dulu sebelum memberlakukan UN sebagai syarat wajib penerimaan mahasiswa baru di PTN.

Hasil UN masih belum bisa mereprestasikan kondisi riil di lapangan, sebab banyak sekolah (SMA) yang ada di pinggiran hasil UN-nya justru lebih bagus dari SMA favorit yang ada di perkotaan, kata Yogi, di Malang, Jawa Timur.

Ia mengatakan, jika yang diterima PTN banyak siswa dari SMA pinggiran, akan menimbulkan protes dari SMA-SMA yang ada di perkotaan. Yogi sendiri mengungkapkan, Universitas Brawijaya belum bisa melaksanakan program yang digagas Kemdikbud tersebut. Namun, Yogi mengakui, gagasan tersebut baik jika diterapkan di masa yang akan datang.

Lebih jauh ia mengungkapkan, UN masih harus dibenahi agar bisa benar-benar mereprenstasikan kondisi dan kemampuan siswa secara riil di lapangan. Menurutnya, nilai UN seringkali merupakan hasil kerja sama antarsekolah, agar siswa atau anak didiknya bisa lulus semua atau nilainya bagus. Sehingga, bukan ukuran sesungguhnya kemampuan siswa.

Oleh karena itu, kami dan mungkin PTN lainnya belum setuju dengan gagasan tersebut. Mungkin beberapa tahun ke depan, setelah mekanisme dibenahi kami baru bisa menerima gagasan itu, tegasnya.

Pada penerimaan mahasiswa baru 2012/2013, Universitas Brawijaya akan tetap menggunakan mekanisme lama dengan jalur SNMPTN, jalur undangan, dan jalur mandiri.

UGM juga menolak

Sebelumnya, Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Sudjarwadi sudah menyatakan menolak penggunaan nilai ujian nasional SMA sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri.

Kami menilai masih banyak hal yang harus dikaji untuk menerapkan kebijakan tersebut, kata Sudjarwadi, di Yogyakarta, Kamis (29/12/2011).

Ia berpendapat, nilai ujian nasional (UN) tidak serta merta bisa dijadikan tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Sebab, menurutnya, tujuan pelaksanaan UN dan tes masuk PTN berbeda satu sama lain.

Alasan itu pula yang melatarbelakangi UGM untuk tidak menerapkan nilai UN sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun depan, katanya.

Sudjarwadi mengatakan, UN diselenggarakan untuk mengukur hasil pembelajaran peserta didik selama tiga tahun....................

Sumber: Kompas.Com
Berita Lengkap: http://edukasi.kompas.com/read/2012/01/06/13384922/Benahi.Dulu.Mekanisme.UN.SMA

Read More..

Big-picture ideas in the Oakland school district

Discussions are under way for radically changing how things work for Oakland school district employees and the students they serve.

Like a good newspaper lede, the opening line of the human resources paper makes you want to keep on reading -- despite the fact that it's an HR document.

"Current OUSD Human Resource practices are failing children," it begins.

The ideas put forth in the document, which is embedded on the blog, are comprehensive and wide-ranging. They include strengthening relationships with local teacher colleges, creating "career ladders" for teachers, updating antiquated job classifications, and lobbying state lawmakers to make changes in the law with respect to labor rules.

One bullet point suggests that the district "assertively pursue separation for those whose service undermines the success of our children," a topic that's later couched in softer terms, as helping ineffective staff find "future opportunities outside the district."

The special board session to discuss these ideas had a different feel than most, probably because the leaders of four different unions each had 12 minutes to contribute
Advertisement
to the discussion. I posted the video of the meeting on my blog.

You might find it interesting, especially what Morris Tatum, of AFSCME, and Mynette Theard, of SEIU, had to say about the marginalization -- and potential -- of support staff, a topic that rarely surfaces at board meetings.

If you really want to know what's happening with the students, Tatum said, just ask the custodian. "We see the troubles, we see the stuff they get in and help them get out of it," he said.

Both leaders said their members would like to be asked their opinions from time to time, or simply invited to staff meetings. (On the other hand, Tatum said, classified staff are often afraid to pipe up, worried they might lose their jobs.)

Teachers spoke too, about the importance of receiving support from the district and about the different ways in which they assess whether their students are learning.

"This is a step forward, something we have been talking about for a while," Superintendent Tony Smith said at the end of the session. "My commitment is to continue these conversations with you."

If you have a chance to read the six-page document, tell us: What do you think? What ideas jump out to you?

Feb. 15

On Tuesday evening, I'll be speaking on a panel convened by the League of Women Voters about the strategic plan the Oakland school board adopted last year. The event, from 6 to 8 p.m. at Oakland City Hall, is titled, "The Promise and the Challenge."

I've been invited to talk about the role of the community in meeting the plan's goals. It's a good thing I have a few days to do my homework, as the answer isn't clear to me.

What about you? As a parent, neighbor, volunteer, or OUSD employee, do you feel you have a sense of your place in the work outlined in the strategic plan? If so, I'd love to hear what it is -- and how you learned about it.

If you aren't really sure about what the plan is or how you might fit into it, do you have suggestions for the district's leaders about how to spread the word more widely?


By Katy Murphy
Oakland Tribune



Read More..

Top 5 Things to Consider Before Studying Abroad

Studying abroad can be a wonderful supplement to a college education, but there are several important factors to consider before stepping foot on the plane.

1. Do the classes offered at the study abroad site fit into your course of study?

The last thing you want is to be forced to graduate a semester late because your courses abroad don't fit into your planned curriculum. If you realize that your desired study abroad location doesn't offer the courses you need, or doesn't give enough credit for the courses it does offer, try sending some emails to your school to see if arrangements can be made.

2. The Language Barrier

Some people go abroad to further their knowledge of a language they're already studying. Others go to a country only knowing how to say "hello" and "goodbye." The decision depends upon what you are trying to gain from the experience. While it is fully possible to "survive" in many countries simply by using English, not speaking the language will make it much more difficult to absorb the many customs and nuances of another culture.

3. The Social Scene

What may be a familiar social custom back at home could vary greatly in another country. Before deciding on a study abroad location, do some research on the country's nightlife, gender dynamics, and laws such as the drinking age or smoking in bars. You may find that the city goes to sleep too early for your liking, or that the country doesn't offer any socially liberal options fitting your preferences. The social experience can make or break a study abroad trip, so it's important to do your research beforehand.

4. Food

While it may seem to some like a non-issue, the cuisine in your country of choice can have a serious impact on your enjoyment while abroad. If you've just spend a year keeping off – or working off – the "Freshman 15," the last thing you want is to gain it all back in a country whose eating habits don't quite encourage a healthy lifestyle. Also, many countries don't make it easy on vegetarians, vegans, people with food allergies, or those who eat Kosher. You can learn a lot about a culture through its food; you won't want to have to avoid the cuisine entirely because of dietary restrictions.

5. The Exchange Rate

Studying abroad can be an extremely expensive ordeal, and it's important to think in advance about the cost of living in your new, temporary home. If items such as toothpaste, soap, or even food cost twice as much as they do in your own country, can you see yourself paying these prices for several months? Your trip abroad shouldn't force you to have to take out a loan later on; there are certainly cheaper locations in which to study that will be just as fun and fulfilling.

Read More..

Attacks on Bilingual Education

Even though bilingual education has provided a positive and supportive environment for the academic and social growth of many language-minority students, politically motivated opposition to bilingual education has prevailed in most states. Conservative forces mobilized throughout the nation in the 1980s and 1990s to attack taxes, schools, and bilingual education. Since the 1990s, these same groups have frequently attacked multicultural education as divisive to national unity. Some English speakers are offended that immigrant children are taught in their native tongue for part of the day. Political leaders argue that bilingualism handicaps children.

For example, Porter (1998) argues, “Bilingual education is a classic example of an experiment that was begun with the best of humanitarian intentions, but has turned out to be terribly wrongheaded... . The accumulated research of the past thirty years reveals almost no justification for teaching children in their native languages to help them learn either English or other subjects (pp. 28–29).

As in the debates on affirmative action, conservatives have created the deception that minorities are gaining an advantage, that bilingual education is discrimination against European Americans (Guinier, 2002; Krashen, 2002b). The attacks on bilingualism continue, with voters in several states voting for anti–bilingual education measures.

After a volatile political campaign, California’s electorate (then 69 percent European) responded to crises in the state’s educational system by adopting Proposition 227, the so-called English for the Children initiative, drafted by English only advocate Ron Unz. Latinos made up 29.4 percent of the state’s population and more than 36 percent of its school-age children but only 12 percent of its voters.

The resulting new law dramatically altered the way in which English is taught in California schools. Proposition 227 effectively abolished bilingual education for immigrant children (whose parents are often not citizens and cannot vote) by making the use of other languages for instruction illegal except under special circumstances. It mandated intensive 10-month “sheltered English immersion” programs as the instructional strategy, except in very limited circumstances where a waiver of the bilingual education ban might be granted. As a result, in 2000 less than 10 percent of the English language learners in California were receiving bilingual education (Gandara et al., 2004). Since 1998, similar initiatives have passed in Arizona and Massachusetts but have been defeated in Colorado.

The public debate on bilingual education often deals with a false dichotomy, that of choosing either English or the home language. All immigrant parents want their children to learn English. Both languages are valuable. Bilingual advocates argue that the nation gains from the language resources of its immigrant communities, while antibilingual advocates stress the need for national cohesion through one language.


By D. E. Campbell

Read More..

Kisah Nabi Muhammad SAW Menjelang Ajal !

Betapa mulia dan indahnya akhlak baginda Ya Rasulullah SAW Mengingatkan kita sewaktu sakratul maut.

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai
umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka
taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah
dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku
dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga
bersama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh
menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan
berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya.
Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya
dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala
itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap
menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan
detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu
Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang
terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah
kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak
mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah
yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani
ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
"Siapakah itu wahai anakku?"."Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru
sekali ini aku melihatnya,"tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah
menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.Seolah-olah
bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,
dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah,Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa
Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril
yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih
Allah dan penghulu dunia ini. " Jibril, jelaskan apa hakku nanti di
hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu.
Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu
ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul
Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga
bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata
Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah
bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang."Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau
melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih
Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar
Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya
Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak bergerak lagi.


Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya."Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum -
peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di
luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling
berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali
mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaaMuhammad
wa'alaihi wasahbihi wasallim. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang
menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana
tiada lagi yang mengasihmu di akhirat kelak.

Read More..

4 Common Mistakes In Teaching Via Powerpoint


As the lights are turned off and PowerPoint presentation begins, it is the time for teachers to have a vivid and interesting class to their students. As we know, PowerPoint is an essential presentation tool in education field.


According to the research of Dr. Treicher, an experimental psychologist who made two well-known experiments about obtaining information and maintaining knowledge information obtain and knowledge maintain. People can get more benefit from teaching if they can learn knowledge by watching and listening, then exchange their opinions by discussion. So PowerPoint presentation with pictures and even audio can be used to facilitate the teaching effect.

However, there are some mistaken ideas when some teachers have classes with PowerPoint presentation. Here are four of the most common issues teachers should pay attention to.

1. Demonstration effect becomes principal thing


Don't be too dazzling How do you feel about this PowerPoint? Many teachers like to add lots of visual effects, pictures and animations in their PowerPoint presentations, making their lessons like Hollywood blockbusters. In fact, teachers can pay more attention in multimedia teaching. PowerPoint presentation is just a tool and it can't replace the role of teacher. Remember that you are using PowerPoint for giving lessons but not giving lessons for presenting your PowerPoint slides. Besides, the overmany pictures, video and audio files can cause your PowerPoint presentation file size extremely huge. So use these visual effects carefully when it is necessary.

2. Use computer screen to replace the white board

Use computer screen to replace the white board Do you like to watch the slide like this? Some teachers put all things including lecture sheet, test and even whole teaching plan into their PowerPoint presentation. At first sight your presentation looks like a Wikipedia, but you will find it hard to interact with your students during the class because they have already known what you will say next by browsing PowerPoint presentation. On the other hand, PowerPoint presentation is not a teleprompter for teaching. Teacher should lead their students to exploit their creative skills and learn things in a positive way. By sharing knowledge with computer screen only, you just use the computer screen instead of the blackboard to do the presentation job, and you lose the interactive teaching effect which PowerPoint should achieve.

3. Thinking training can be done with PowerPoint presentation

PowerPoint is Used in Interactive Class Make your students active The courseware made with PowerPoint is aim to make good use of the combination of video and audio. Students can get more visual impact and better understanding by watching the presentation and listening to the narration. But one more problem is that the presentation cannot be served as an alternative of thinking training. Communication is a must during the multimedia teaching. Teachers encourage their students to ask and solve questions during the classes, but not simply read off the slides. You can also leave five minutes for questioning and solving their questions. This ensures the quality of your lessons.

4. Neglect the importance of review after class


Have PowerPoint class Having class is far away from enough It is a quite tough thing to ask all students to master new knowledge in the class, so the review after class also plays an important role. And that is something bothers many teachers. Since not all the students have MS Office installed on their computer, they may have no chance to have a good review by watching courseware once again. However, you can try some other ways to make your PowerPoint presentation available on your students' computers. Here are some flexible ways for you to make your presentation available to more students such as converting your presentation to video, burning your PowerPoint presentation to DVD , and sharing your PowerPoint slideshow online. There are tons of YouTube-liked streaming video sites for video authoring and sharing. Teachers can upload their presentation video and share knowledge to more students who need it.

PowerPoint teaching is really a good way to teach students and share opinions. However, it is not an easy job since teachers have to put a lot of time and effort in making an impressive and interactive PowerPoint presentation. We sincerely hope you can make good use of PowerPoint program and explore new multimedia teaching by continuing practice.



About the Author:
SunnyY - is a senior expert in eLearning who works at Wondershare E-Learning department. Wondershare Software is an industry-leading learning and training software application provider. You could get more eLearning tool for your teaching and training, such as PowerPoint to DVD Converter, PowerPoint to video converter and so on.

Read More..

International Curriculum for Schools

The Global Assessment Certificate is a Foundation Course that offers exciting new options for schools wishing to provide an International Curriculum for their students. This program can be taught in your school and allow you to provide a Dual Curriculum - Local plus International Curriculum. This will provide your students with the widest scope for future studies currently possible.

Are you teaching, or would you like to teach an
International Curriculum in your school?

* Is providing pathways to international universities a major concern for your school or institution?

* Is creating your own international curriculum to meet the requirement s of an overseas organization causing headaches for you or your staff?

* Are you tired of scheduling your examinations to suit overseas exam timetables?

* Would you like to be provided with a fully operational curriculum that includes Teachers' Books, Student Books, and other materials ready to teach?

* Would you like to have in-country professionals providing support - when you need it?

* Would you like to be part of a truly International Network?

* Do your students want guaranteed access to a wide range of international universities based upon their performance?

* Will your students obtain an ACT Assessment® score as well as a Grade Point Average (GPA)? Does your curriculum prepare your students for the IELTS or TOEFL exams? Even though universities may accept graduates from foundation programs, some embassies still insist upon an IELTS or TOEFL score.

* Can your students gain up to one year of credit at some of the Pathway Universities? Large savings in tuition fees and living expenses.

* Does your current international studies program in any way limit the educational options or career paths for your students domestically?

Read More..

Model Pembaharuan pada Sekolah Menengah Umum : Pengalaman Indonesia

Keinginan untuk meningkatkan mutu Sekolah Menengah Umum di Indonesia merupakan perhatian utama dari Proyek Peningkatan Mutu Sekolah Menengah Umum (ADB Loan # 1360 INO). Proyek ini menekankan pada pengembangan sarana, persiapan bahan pengajaran dan dukungan konsultan dalam hal pelaksanaan kurikulum, pengembangan buku teks, peningkatan sistem ujian, peningkatan pelayanan penataran guru, peningkatan pembinaan guru, peningkatan supervisi akademik, perawatan preventif, merancang kembali dan melaksanakan program laboratorium bahasa, serta mengembangkan model pengembangan dan pelaksanaan manajemen Sekolah Menengah Umum.

Kegiatan konsultasi untuk pengembangan model Sekolah Menengah Umum yang semula adalah untuk menciptakan beberapa sekolah model untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus.. Namun, kemudian tim konsultan ditugaskan untuk menangani kegiatan ini bersama-sama dengan staf Dikmenum dan semua menyetujui bahwa konsep sekolah model yang lama tidak efektif dalam melaksanakan pengembangan sekolah. Konsep baru bagi model "pengembangan sekolah" telah didiskusikan oleh para konsultan Internasional, konsultan Nasional dan staf Dikmenum. Konsep "model" yang tradisional bergantung kepada gambaran sekolah yang sangat baik dan memperoleh tambahan input (uang, pelatihan, fasilitas dan sumber pembelajaran) menciptakan adanya model yang bagus yang akan ditiru oleh sekolah lain. Masalah yang terlihat jelas untuk pendekatan ini adalah bahwa sekolah biasa akan sulit untuk diubah menjadi sekolah yang bagus apalagi menjadi sekolah model. Masalah kedua adalah apabila input yang sama tidak diterapkan pada sekolah biasa, peniruan model tidak akan difasilitasi. Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini lihat Lampiran A.

Sebagai alternatif, mereka yang terlibat dalam sekolah model memilih untuk merencanakan langkah yang berbeda dalam pembuatan konsep pengembangan sekolah "model". Kunjungan ke beberapa sekolah di wilayah yang berbeda oleh para konsultan membawa hasil akan kayanya informasi mengenai prakarsa Sekolah Menengah Umum yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah setempat. Usaha inovatif ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk meningkatkan mutu sekolah basisnya ada pada tingkat sekolah. Dari sini jelas sekali terlihat oleh para konsultan, bahwa sekolah yang mengalami peningkatan dan pengembangan adalah yang dapat mewakili model pengembangan sekolah. Fokusnya adalah pada "proses" yang dialami oleh sekolah ketika mutu pendidikan meningkat. Apa yang terjadi di dalam sekolah yang membuat adanya pergeseran menuju kepada sekolah yang lebih efektif ? Dari sudut pandang ini konsep "model" pengembangan sekolah muncul. Perhatian kami ditujukan pada identifikasi apa yang terjadi di sekolah yang mengalami peningkatan atau perkembangan.

Untuk menjawab pertanyaan tentang "proses" pembaharuan, para konsultan mengajukan usul untuk mempelajari sejumlah kecil sekolah yang telah mengalami perkembangan. Dengan mengadakan penelitian pada sekolah-sekolah tersebut, para konsultan berharap akan menemukan beberapa sebutan nama umum yang dapat digunakan untuk Pengembangan Sekolah Model atau yang biasa disebut "model pembaharuan". Dengan menganggap bahwa ada beberapa sebutan nama umum di antara sekolah-sekolah, ciri-ciri ini dapat dikembangkan menjadi model bagi sekolah lain. Jika demikian maka model tersebut adalah yang didasarkan pada pengalaman nyata pada sekolah-sekolah di Indonesia, sesuatu yang dapat ditiru dan dapat dikerjakan oleh sekolah-sekolah lain.

Delapan Sekolah Menengah Umum dari Jawa Barat, D.I. Yogyakarta dan Jawa Timur, telah dipilih karena sekolah-sekolah tersebut telah menunjukkan beberapa tingkat perkembangan selama satu atau dua tahun terakhir ini. Tim konsultan mengadakan wawancara yang intensif dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Orang tua siswa, Siswa dan Tokoh Masyarakat (lihat Lampiran B sekolah-sekolah yang berperan serta di dalam program dan Lampiran C untuk Pertanyaan Wawancara). Pada beberapa kasus, wakil dari Kandep juga diwawancarai. Setelah semua sekolah diwawancarai, data tersebut diringkas dan dibandingkan sebagai pengalaman biasa.

Semua sekolah itu tampaknya kurang efektif atau hanya bertahan sebelum kehadiran Kepala Sekolah yang sekarang. Pengembangan sekolah sebelumnya dibatasi oleh sedikitnya peningkatan sarana. Pada semua kasus, Kepala Sekolah yang baru telah mencoba mengadakan penilaian mengenai kondisi sekolah baik secara formal maupun informal untuk merumuskan tujuan sekolah. Untuk mencapai tujuan ini, beberapa karakteristik mendasari pengembangan sekolah telah diamati. Karakteristik berikut ini menggambarkan tema biasa yang dapat dipelajari dari delapan model "Pengembangan Sekolah" (Pengembangan Sekolah Model).

Komunikasi yang lebih terbuka: secara umum komunikasi di antara para pemegang peran meningkat dari sebelumnya. Ada beberapa perbedaan tingkat keterbukaan dan cara pendekatan yang dikomunikasikan pada setiap sekolah. Pada beberapa sekolah, semua yang terlibat dan masalah-masalah disampaikan untuk menjadi perhatian para pemegang peran melalui rapat, diskusi informal dan surat (kepada orang tua siswa) atau melalui kegiatan sekolah biasa (misalnya pada upacara bendera setiap hari Senin). Pada sekolah lain frekuensi dan kesempatan untuk menerima umpan balik sangat kurang, walaupun pemegang peran merasa bahwa keadaan sekarang lebih baik daripada sebelumnya. Dengan adanya komunikasi yang lebih terbuka / transparan, maka para pemegang peran akan merasa lebih positif mengenai sekolah. Hal ini dapat menciptakan dasar yang kuat untuk mendukung pengembangan sekolah melalui peran serta para pemegang peran.

Pengambilan keputusan bersama: secara umum para pemegang peran mengalami lebih banyak tanggung jawab dalam pengambilan keputusan. Tingkat pengambilan keputusan yang harus diambil oleh para pemegang peran berbeda antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. Seluruh pemegang peran mengalami peningkatan tanggung jawab dalam pengambilan keputusan dibandingkan dengan sebelumnya. Para pemegang peran merasa lebih terlibat di dalam proses tersebut dan yakin bahwa Kepala Sekolah menghargai pendapat mereka. Hirarki pengambilan keputusan telah ditetapkan dan menunjukkan keputusan apa dan oleh siapa yang diperoleh bagi masing-masing pemegang peran.

Memperhatikan Kebutuhan Guru : perhatian dan kemampuan sekolah terhadap hal ini dapat memberikan berbagai tingkatan motivasi pada guru. Kebutuhan guru termasuk juga kesejahteraan pribadi, pengembangan profesional dan bantuan dalam pengajaran. Apabila kesejahteraan guru terjamin, guru dapat memberi perhatian yang lebih kepada pengajaran. Guru didukung untuk meningkatkan kualifikasi ke tingkat S1 dan didorong untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Dukungan dari kepala sekolah mengenai kenaikan pangkat bagi pegawai negeri dan kebutuhan pengembangan profesional dikomunikasikan kepada guru, bahwa hal tersebut penting demi tercapainya tujuan pendidikan sekolah. Akhirnya beberapa sekolah menyediakan bantuan pengajaran langsung dengan mengalokasikan dana untuk bahan pengajaran, pengembangan perpustakaan dan mengizinkan guru untuk lebih kreatif didalam kelas.

Memperhatikan Kebutuhan Siswa: sekolah yang memperhatikan kebutuhan siswa lebih diterima oleh siswa, orang tua dan masyarakat. Kebutuhan siswa termasuk pula peningkatan pengajaran, memberikan waktu pengajaran tambahan untuk persiapan EBTANAS, menambah kegiatan ekstra kurikuler, melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan mengenai masalah-masalah mereka, serta mengembangkan program pelatihan keterampilan (ekstra kurikuler) untuk mempersiapkan ke dunia kerja. Semua sekolah yang melakukan pembaharuan yakin, bahwa sekolah perlu dijadikan tempat yang menyenangkan bagi para siswa sehingga merasa betah berada di sana. Dengan memberikan ketrampilan yang menarik dan peningkatan kegiatan ekstra, siswa akan lebih termotivasi untuk pergi ke sekolah. Salah satu hasilnya adalah apabila kebutuhan siswa diperhatikan, siswa dari kecamatan lain akan tertarik untuk bergabung.

Keterpaduan Sekolah dan Masyarakat: sekolah mempunyai peran sosial yang penting dalam masyarakat. Yang termasuk masyarakat dalam konteks ini adalah orang tua siswa dan masyarakat setempat. BP3 adalah alat utama untuk saling bertemu bagi sekolah dan orang tua siswa. Biasanya rekomendasi kepala sekolah dikaji ulang dalam rapat BP3 dan anggotanya memutuskan rekomendasi mana yang akan didukung sebagai masalah utama yang perlu didanai. Rekomendasi kepala sekolah didasarkan pada perhatian tersebut, namun tercermin dalam pemikiran guru, siswa, orang tua siswa dan masyarakat. Perhatian pemegang peran telah dikomunikasikan secara formal melalui rapat (misalnya rapat guru) atau secara informal melalui diskusi perseorangan dengan kepala sekolah.

Karakteristik di atas memberikan kerangka kerja dalam pembuatan model pembaharuan bagi Sekolah Menengah Umum. Mereka konsisten dengan studi lain mengenai sekolah yang efektif di seluruh dunia. Bandingkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lezotte (1989), Lockheed &Levin (1990), and Squires, Huitt, & Segars.
Usulan Model Pembaharuan Untuk Pengembangan Sekolah

Mengembangkan model pembaharuan adalah tugas yang sulit karena proses pembaharuan adalah usaha yang multi-dimensional. Tidak ada satu model pun yang dapat menjelaskan dengan sempurna betapa rumitnya pengembangan sekolah. Yang akan diusulkan oleh para konsultan adalah kerangka kerja yang memberi pedoman pada proses pembaharuan (lihat Diagram 1). Dalam mengkaji-ulang data pada model "pengembangan sekolah" yang telah dipilih, dua proses utama telah diidentifikasi. Pertama, keinginan kepala sekolah untuk meningkatkan intensitas komunikasi di antara para pemegang peran merupakan alat untuk mengundang mereka untuk menjadi mitra dalam transformasi sekolah (lihat insert A). Kesadaran yang lebih tinggi tentang berbagai masalah dan pandangan para pemegang peran dapat menciptakan peluang untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan. Kedua, dalam menggambarkan tanggung jawab pengambilan-keputusan oleh para pemegang peran mengakibatkan pemecahan masalah yang lebih cepat dan membebaskan kepala sekolah untuk berfungsi sebagai fasilitator dalam pengembangan sekolah (lihat insert B). Kedua proses tersebut menyebabkan adanya tanggung jawab yang lebih besar bagi para pemegang peran. Hal ini meningkatkan motivasi dan jati diri para pemegang peran. Pemegang peran menggunakan berbagai istilah, misalnya kemitraan dan suasana kekeluargaan untuk menggambarkan adanya hubungan yang baru di sekolah. Komponen yang lain akan didiskusikan secara rinci pada bagian berikutnya.

Diagram I. Model Pembaharuan untuk Pengembangan Sekolah

Salah satu keuntungan dari model ini adalah apabila sekolah sudah mencapai tingkat-tingkat komunikasi terbuka yang optimal dan pengambilan keputusan bersama, sekolah dapat menjadi mandiri. Hal ini secara tidak langsung menyatakan bahwa kepala sekolah berfungsi sebagai koordinator pada fungsi sekolah yang berbeda. Masalah utama adalah arah pengembangan sekolah dan identifikasi sumber keuangan untuk membantu pengembangan sekolah yang dapat berjalan terus menerus dalam kegiatan kepala sekolah. Dalam sistem pendidikan di mana kepala sekolah secara periodik diganti, pendekatan ini membuat pengembangan sekolah dapat tetap dilanjutkan meskipun kepala sekolah yang baru, baru diperkenalkan dengan sekolahnya.

Model ini merupakan tinjauan yang menyeluruh terhadap semua yang terlibat dalam proses pengembangan kondisi untuk pembaharuan di sekolah. Ketika Sekolah Menengah Umum berjalan menuju peningkatan mutu berbasis sekolah) hal ini menunjukkan kepada sekolah bahwa proses pengembangan akan tercapai.
Insert A. Menciptakan Komunikasi Terbuka Di Antara Para Pemegang Peran

Salah satu elemen inti untuk mendorong pengembangan sekolah adalah kesempatan bagi pemegang peran untuk menanyakan pandangan-pandangan dan pertukaran gagasan. Melalui dialog ini dapat dicapai pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan pemegang peran yang berbeda-beda dan dasar untuk mencoba memecahkan masalah yang biasa terjadi dan juga memecahkan konflik akan kebutuhan diantara mereka. Model Pengembangan Sekolah memperoleh pengalaman dalam keterbukaan dan transparansi di beberapa SMU. Perbedaan pendekatan di antara sekolah untuk komunikasi tercermin dari pilihan kepala sekolah. Kepala sekolah dan para guru mendukung adanya diskusi informal dengan orang tua siswa, siswa dan anggota masyarakat melalui pertemuan pribadi dan kegiatan sekolah atau masyarakat.

Kepala Sekolah mengumpulkan dukungan dari diskusi dengan para guru dalam usaha pengembagnan sekolah untuk menerima umpan balik dan mengusulkan alternatif pendekatan dan juga masalah-masalah pengembangan lainnya

Read More..

ACG INTERNATIONAL SCHOOL

Jl. Warung Jati Barat No.19
(Taman Margasatwa)
Ragunan, South Jakarta
Tel. (62-21)780-5636
Fax (62-21) 781-4827
Email jude.soper@acgedu.com
Website www.acgedu.com

Curriculum: International/British and New Zealand, Kindergarten (3 years old) to grade 13
Ms. Jude Soper, Principal
Enrollment: 135

Over 3,000 students are currently being educated in Academic Colleges Group (ACG) Schools, both in New Zealand and overseas. The vision that drives us is clear. We aim to create a unique and dynamic learning environment, providing students from all over the world with an internationally – recognized education of the highest quality, and equipping them to make a successful contribution to the global community. ACG International School is a place where young people are encouraged and challenged to meet both their academic and personal potential. Learning and enjoyment go hand in hand, and each students needs are carefully considered. We offer a safe, caring environment with a superior standard of service and excellent facilities.



Read More..

Latihan Soal Ujian Nasional (UNAS) Online

For all Indonesian Students and Teachers, there are some examinations to knowing your skill or your students ability about the lessons they have been learned. This test will very helpful to prepare our students "fighting" the final test with call is National Test (UNAS) for many level studies such as: Elementary School, Junior and Senior High School. The test contains for many lessons and many years of National Test database with multiple choice questions.

Let's see the score of your test now and good luck!

Don't forget to do the easy question first!


Elementary School (SD) :

Year of 2007
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris

Year of 2006
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris

Year of 2005
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2004
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2003
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PKN


Yunir High Shcool (SMP) :

Year of 2007
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2006
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2005
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2004
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2003
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,
PKN


Senior High School (SMA) :

Year of 2007
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, PKN, Sosiologi

Year of 2006
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, PKN, Sosiologi

Year of 2005
Matematika (pembahasan), Fisika (pembahasan), Kimia (pembahasan),
Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN

Year of 2004
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, PKN

Year of 2003
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, PKN

Read More..

Download Latihan Soal Ujian Nasional (UNAS) 2009

National Test (UNAS) will be held soon, to all Indonesian teachers and students especially 3'rd class students, do not worry about it, you can use this sample examination of National Test (UNAS) of year 2009 for prepare the test. Those files are in .pdf format, to download it, you should be install Adobe Reader or Acrobat Reader on your computer first.
Here the list :

Based on the agreement (BSNP, Depdiknas, and DEPAG) National Examination schedule was decided as follows:
  • Senior High School (SMA/MA/SMK) on April 20-24, 2009
  • Junior High School (SMP/MTs) on April 27-30, 2009
  • Elementary School (SD/MI) on May 11-13, 2009
  • SMK/SMALB on April 20-22, 2009
The list of National Test Preparation for Senior High School (SMA/MA) :
Antropologi (.pdf)
Bahasa Arab (.pdf)
Biologi_IPA (.pdf)
Ekonomi (.pdf)
Fisika_IPA (.pdf)
Geografi (.pdf)
Ilmu Hadits (.pdf)
Ilmu Kalam (.pdf)
IlmuTafsir (.pdf)
Bahasa Indonesia_Program Bahasa (.pdf)
Bahasa Indonesia_Program IPA-IPS (.pdf)
Bahasa Inggris_Program IPA-IPS-Bahasa (.pdf)
Bahasa Jepang (.pdf)
Bahasa Jerman (.pdf)
Kimia_IPA (.pdf)
Mandarin (.pdf)
Matematika_Bahasa (.pdf)
Matematika_IPA (.pdf)
Matematika_IPS (.pdf)
Bahasa Perancis (.pdf)
Sastra Indonesia (.pdf)
Sosiologi (.pdf)

The list of National Test Preparation for Junior High School (SMP/MTs) :
Bahasa Indonesia (.pdf)
IPA (.pdf)
Matematika (.pdf)
Bahasa Inggris (.pdf)

The list of National Test Preparation for Elementary School (SD/MI) :
Bahasa Indonesia (.pdf)
IPA (.pdf)
Matematika (.pdf)

The list of National Test Preparation for (SMK) :
Bahasa Indonesia (.pdf)
Bahasa Inggris (.pdf)
Matematika Akun Penjualan (.pdf)
Matematika Seni Wisata Rumah Tangga PeksosAdmin (.pdf)
Matematika TekKesTani (.pdf)



Source information:
- www.depdiknas.go.id
- http://belajarmengajar.blogspot.com

Read More..

Heboh, Guru Telanjang di Depan Kelas

Guru Telanjang Di Depan Kelas, Seorang guru yang mencoba bertindak layaknya remaja trendy dengan membuka bajunya di depan siswanya, terancam kehilangan pekerjaan. Aksi guru yang tidak menutup tubuhnya dari pinggang ke atas tersebut, disaksikan oleh 30 anak muridnya yang sebagian besar berusia 14 tahun.

Martin Rouse (57), seorang guru di Sudbury Upper School, Suffolk, Inggris, menanggalkan bajunya di depan para siswa. Berdalih bertingkah untuk menyenangkan para murid, aksi konyol Rouse ini sempat direkam oleh seorang siswa dan diedarkan secara luas melalui Youtube.

Guru dengan berat badan lebih tersebut mengatakan tindakannya itu hanya untuk menghibur muridnya yang kelihatan bosan. Seperti diberitakan Daily Mail, Sabtu (5/12/2009)

Kepala sekolah setempat langsung memecat Rouse usai menonton video berdurasi 4 detik tersebut. Tidak hanya kehilangan pekerjaan di tempat dia mengajar, Rouse juga dikenakan pelarangan mengajar di 357 sekolah lain di Suffolk, oleh dewan kota setempat. Namun persatuan guru setempat menolak mencabut izin mengajarnya, dan memberinya teguran keras yang akan dicatat dalam laporan kerja Rouse selama dua tahun.

source : pakarbisnisonline.blogspot.com


Read More..

What are AudibleKids audio books?

Most parents and educators agree that children’s audio books help develop literacy skills and improve listening comprehension. And now, with AudibleKids children’s audio books, there’s a new way to make reading fun and help kids discover a love of books. With thousands of audio books for all ages and interests, AudibleKids makes it easy to download children’s audio books and listen to stories on your Apple® iPod®, MP3 player or computer.

Whether it's a classic fairy tale, mystery, or biography, AudibleKids has it all with the largest selection of digital children's audio books. So turn your iPod into a learning tool for your child today and start listening together - anytime or anywhere.


Read More..

Kumpulan Soal Matematika Persiapan UAN

UAN sudah menghadang di depan mata, jangan khawatir, tentunya dengan banyak latihan, kesiapan menghadapi UAN semakin mantab, untuk siswa SMA, berikut adalah latihan Soal UAN untuk mata pelajaran matematika.

File Pendukung :





Read More..

Pendidikan di Jepang Semakin Diminati

Jepang sebagai negara tujuan belajar semakin populer dan diminati masyarakat.

Selain program pendidikan tinggi di bidang teknik yang terbilang maju di Asia, kedekatan masyarakat Indonesia dengan kultur populer Jepang ikut memengaruhi.

Pameran Pendidikan Jepang yang diselenggarakan oleh PT Pandan International, Sabtu (29/8) di Hotel Nikko Jakarta, dipadati ratusan remaja yang silih berganti berdatangan. Dalam pameran tersebut, hadir 15 sekolah Bahasa Jepang yang datang langsung dari Negeri Sakura tersebut.

Komisaris PT Pandan International Richard Susilo yang menjadi penyelenggara pameran tersebut mengatakan, tercatat sekitar 1.500 orang hadir di pameran itu. Jepang menjadi daya tarik tidak hanya karena program studinya, tetapi juga budayanya. Orangtua belakangan mulai memilih Jepang sebagai tujuan belajar anaknya ketimbang Amerika atau Australia yang sudah menjadi negara tujuan belajar sejak lama.

”Mereka khawatir anak mereka terpapar pergaulan bebas atau narkoba. Kalau di Jepang, kultur masih Timur dan anak akan disibukkan dengan belajar Bahasa Jepang dan materi kuliah sehingga tidak sempat berulah macam-macam,” ujarnya.

Chief Department of Japanese dari College of Business and Communication Takashi Ishijima yang menjadi salah satu peserta pameran mengatakan, Indonesia merupakan pasar potensial.

”Apalagi, remaja Indonesia relatif dekat dan menyukai kultur populer Jepang,” ujarnya. -Kompas.com-


Read More..

Lima Mata Pelajaran Diujikan Dalam UN SMK

Lima mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)...

yaitu Matematika Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan serta Praktik Kejuruan. Ujian ini dilaksanakan dengan dua tahapan, yang pertama, tahap ujian Praktik kejuruan yang dilakukan di masing-masing sekolah dipandu oleh mitra industri. Ujian praktik kejuruan dilaksanakan sebelum UN Utama. Tahap kedua adalah UN Utama meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.

"Praktik Kejuruan termasuk mata uji bukan embeded tetapi termasuk pembagi rata-rata sehingga ada nilai praktik, nilai teori, nilai bahasa Indonesia, nilai bahasa Inggris dan nilai matematika", kata Joko Sutrisno, selaku Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan Nasional dalam memberikan keterangan Pers di lantai 13 gedung E, Kementerian Pendidikan Nasional, pada Selasa, (26/01).

Pada penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2009/2010 mata pelajaran kompetensi keahlian teori kejuruan dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran yang diujikan di UN Utama pada jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK). Pada pelaksanaan UN sebelumnya, mata uji teori kejuruan merupakan prasyarat untuk melakukan ujian praktik.

"Rencananya pada saat itu akan dijadikan sebagai salah satu mata uji, tetapi belum memungkinkan waktunya. Sekarang sudah kita siapkan jauh-jauh hari. Itu (teori kejuruan) memang bagian dari mata uji," kata Joko Sutrisno.

Joko Sutrisno juga menjelaskan bahwa untuk soal Praktik Kejuruan dirancang sedemikian rupa sehingga berlaku secara menyeluruh, dan yang pasti tidak mengujikan sesuatu yang tidak diajarkan, sesuai dengan standar isi yang sudah disahkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)

"jadi tidak perlu ada kekawatiran apa yang akan diujikan, sehingga pada prinsipnya materi ini secara kurikulum diajarkan dan juga memperhatikan range kemampuan kompetensi siswa, jadi bukan soal yang sulit sekali dan juga bukan soal yang sederhana tetapi yang proporsional sesuai dengan tingkatan peserta uji", tambah Joko Sutrisno.

Joko Sutrisno menyampaikan, ujian praktik kejuruan, yang dilaksanakan sebelum ujian teori, rencananya akan dilaksanakan pada 15 Februari 2010. "Ujian praktik dilakukan secara individu, tidak ada lagi ujian grup, kalau dulu ada ujian proyek kelompok sekarang tidak lagi, supaya kita memang bisa memastikan bahwa anak ini bisa bekerja," katanya.

Joko menyebutkan, untuk pembelian bahan ujian praktik akan didukung dari anggaran Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) sebanyak Rp 180.000,00 per siswa setelah ada tambahan pagu dari anggaran sebelumnya Rp 120.000,00. Dana ini disalurkan melalui mekanisme dekonsentrasi ke pemerintah daerah. Dia menambahkan, alokasi dana BOMM ini ditujukan untuk 3,2 juta siswa SMK dari total 3,6 juta siswa SMK. "Jadi nanti kita bagi secara proporsional, " katanya.

Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK nilai ujian praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.

Jadwal UN SMK Tahun Pelajaran 2009/2010 mata pelajaran Bahasa Indonesia, UN Utama, Senin, 22 Maret 2010, UN Susulan, Senin, 29 Maret 2010; Bahasa Inggris, UN Utama, Selasa 23 Maret 2010, UN Susulan, Selasa, 30 Maret 2010.; Matematika, UN Utama, Rabu 24 Maret 2010, UN Susulan 31 Maret 2010; dan Teori Kejuruan, UN Utama, Kamis, 25 Maret 2010, UN Susulan, Kamis, 1 April 2010.

Jadwal UN Ulangan SMK mata pelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan pada Senin, 10 Mei 2010; mata pelajaran Bahasa Inggris, Selasa, 11 Mei 2010; mata pelajaran Matematika, Rabu, 12 Mei 2010; dan mata pelajaran Teori Kejuruan pada Jumat, 14 Mei 2010. (AND) -Sidiknas-




Read More..