13 Dosen Diberangkatkan ke Belanda

Nuffic Neso Indonesia melalui program beasiswa Studeren in Nederland (StuNed) atau studi di Belanda memberikan beasiswa kepada 13 pengajar dan 3 orang staf dari Departemen Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi untuk mengikuti tailor made training di Royal Tropical Institute (KIT) Amsterdam, Belanda.

Pelatihan bertema “Developing Integrated Surveillance System in Public Health Training” ini diikuti para dosen yang terdiri dari sembilan perempuan dan tujuh pria dari tujuh universitas dari seluruh Indonesia. Lima di antara universitas tersebut adalah perguruan tinggi di luar Pulau Jawa, yaitu Universitas Mulawarman (Samarinda), Universitas Hasanuddin (Makassar), Universitas Udayana (Denpasar), Universitas Mataram (Mataram), serta Universitas Cendrawasih (Jayapura).

Selain itu, tiga orang staf madya yang mewakili Departemen Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi/Kota juga ikut serta dalam pelatihan ini selama enam minggu. Adapun selama enam minggu ke depan seluruh peserta itu akan mengikuti pelatihan di dalam kelas dan studi lapangan.

"Mereka diharapkan mendapatkan teknik, metode, model monitoring dan evaluasi indikator kesehatan yang berguna untuk mengambil kebijakan," kata Bambang Wispriyono, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (FKM-UI), usai pelepasan peserta pelatihan di kampus UI Depok, Jumat (15/1/2010).

Sementara itu, menurut Direktur Nuffic-Neso Indonesia, Marrik Bellen, mengatakan keikutsertaan mereka dalam pelatihan tersebut merupakan bentuk kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Belanda, baik sebagai tempat referensi, pengetahuan tentang integrated surveilance, serta pengelolaan kesehatan masyarakat di Belanda.

Bellen menambahkan, program tersebut akan terus dikembangkan hingga lima tahun mendatang dengan Indonesia. Dengan Indonesia, kata dia, Pemerintah Belanda memiliki hubungan khusus dan telah menyiapkan anggaran senilai 30 juta euro.

Pemerintah Belanda akan terus mengembangkan program tersebut hingga lima tahun mendatang bersama Indonesia.


0 Comments: